Ungkap Kronologi Hingga Kenali Gejalanya!
Kronologi Kasus
Pada tanggal 5 April 2022, Badan Kesehatan Dunia (WHO) diketahui menerima laporan terkait dengan adanya kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya (Acute Hepatitis of Unknown Aetiology). Kasus hepatitis akut tersebut diketahui menyerang anak dengan rentang usia 11 bulan - 6 tahun pada periode Januari hingga Maret 2022 di wilayah Skotlandia Tengah. Menyikapi situasi tersebut, maka WHO pun menetapkan kasus tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) tepat pada 15 April 2022.
Per tanggal 21 April 2022, jumlah laporan hepatitis akut mencapai angka 169 kasus yang tersebar di berbagai belahan dunia seperti Eropa, Asia, Amerika Serikat, dan beberapa wilayah lainnya. Eropa menjadi negara dengan jumlah kasus hepatitis akut tertinggi dengan total jumlah laporan sebanyak 114 kasus.
Tindak Lanjut Kasus Hepatitis Akut di Indonesia
Melihat situasi tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berupaya untuk meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir, tepatnya setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis akut ini.
Selanjutnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pun mengonfirmasi temuan kasus hepatitis akut pada tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo, Jakarta dengan rentang waktu berbeda yakni berkisar antara dua minggu terakhir hingga 30 April 2022. Ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.
Saat ini, Kementerian Kesehatan RI sedang melakukan investigasi terkait dengan penyebab kejadian hepatitis akut melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap.
“Selama masa investigasi, kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang. Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, selaku Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI.
Gejala Terkait
Dalam proses penyelidikan, gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah seperti rasa mual, muntah, diare, demam, kuning, kejang, hingga penurunan kesadaran.
“Jika anak-anak memiliki gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, penurunan kesadaran, segera memeriksakan anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat,” tutur dr. Nadia menambahkan.
Hingga saat ini, penyebab dari penyakit tersebut masih belum diketahui. Pemeriksaan laboratorium di luar negeri tidak menemukan adanya indikasi virus hepatitis A,B,C,D dan E pada penyakit tersebut. Selaras dengan pernyataan sebelumnya, Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengungkapkan bahwa penyampaian hasil pemeriksaan virus lainnya dapat diungkapkan di hadapan publik, mengingat WHO telah merekomendasikan bahwa pemeriksaan karakteristik virus hendaknya dilakukan secara mendalam baik dengan pemeriksaan darah, urin, feses, serum, dan sebagainya.
Komentar
Posting Komentar