Langsung ke konten utama

Mengungkap Alasan Dibalik Thailand Sebagai Negara Yang Tak Mengenal Masa Penjajahan

Negeri Gajah Putih Menjadi Negara Yang Tak Kenal Penjajahan? Ini Alasan Dibaliknya!


Istilah penjajahan tentu tak asing lagi dalam sejarah perkembangan dunia. Namun, nyatanya hingga saat ini terdapat beberapa negara yang tidak pernah merasakan masa penjajahan. Salah satu negara tersebut adalah Negeri Gajah Putih, Thailand dari kawasan Asia Tenggara. Penasaran dengan alasannya? Yuk kita simak bersama! 


  1. Berperan Sebagai Buffer State

Faktor pertama yang melatarbelakangi Thailand sebagai negara yang tidak pernah terjajah yakni karena berperan sebagai negara pemisah/penyangga (buffer state). Saat itu, negara-negara di sekeliling Thailand merupakan negara yang dijajah oleh Inggris atau Perancis, dua kekuatan besar yang berpotensi bermusuhan. Menyikapi situasi tersebut, Raja Chulalongkorn segera melakukan diplomasi dengan Perancis dan Inggris melalui adopsi teknologi serta kebiasaan Eropa guna melindungi kekuasaan Thailand. Oleh karena itu, diputuskan bahwa Thailand merupakan negara pemisah (buffer state) antara Perancis dengan Inggris.


  1. Keterbukaan Dalam Modernisasi Gaya Hidup ala Eropa

Selanjutnya, selain berperan sebagai buffer state, keterbukaan Thailand dalam modernisasi Eropa turut menjadi faktor yang menyebabkan Thailand tidak merasakan masa penjajahan. Modernisasi tersebut dapat terlihat melalui diterapkannya mata pelajaran geografi dan astronomi modern dalam bidang pendidikan. Begitu pun dalam bidang militer, Raja Mongkut saat itu juga bekerja sama dengan tentara bayangan Eropa untuk melatih tentara militer Siam guna meningkatkan kemampuan pasukan militer Siam pada masa itu. 


  1. Sistem Pemerintahan Mandala

Adanya sistem pemerintahan yang dianut oleh Thailand menjadi alasan selanjutnya yang menyebabkan Thailand tidak dijajah oleh negara lain.

Sistem pemerintahan ini dikenal dengan sebutan pemerintahan Mandala. Dalam sistem pemerintahan tersebut, tentara militer akan ditugaskan di luar wilayah untuk menghadang tentara penjajah. Walaupun tak sekuat pasukan militer Eropa, nyatanya sistem pemerintahan ini dapat mengendalikan para pemimpin lokal dalam mencapai persatuan. 


  1. Perjanjian Browing

Perjanjian Browing merupakan kesepakatan yang dilakukan oleh Gubernur Hong Kong, John Browing saat menduduki Inggris, dengan Siam yang berisi tentang keputusan untuk menghapus monopoli pajak perdagangan luar negeri. Meskipun perjanjian ini sangat merugikan Siam kala itu, namun Raja Rama V melakukannya guna menghindari adanya penjajahan pada saat itu. Selain itu, dengan dihapusnya pajak dan bea impor, maka ekonomi Siam akan terintegrasi dengan ekonomi luar negeri dari segi perdagangan juga investasi. 


  1. Turut Serta Dalam Perang Dunia I


Alasan terakhir yang melatarbelakangi Thailand tidak dijajah oleh negara lain yakni karena terlibat dalam Perang Dunia I. Pada 1917, Siam memutuskan turut serta dalam Perang Dunia I melawan Jerman dan Austria-Hongaria, guna memperoleh dukungan dari Inggris dan Perancis. Siam mengirim tentaranya ke Perancis untuk bertugas di Front Barat. Partisipasi tersebut membuat Siam mendapatkan kursi di konferensi Perjanjian Versailles pada Januari 1919.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menilik Konsepsi Beoljeon Pada Serial ‘The Glory’ Dalam Dunia Perdukunan Korea Selatan

Korea Selatan turut menjadi bagian dari negara yang melekat pada keberagaman kebudayaan maupun keyakinan yang menjadi penting dalam kehidupan masyarakat. Peradaban Korea dibentuk secara umum oleh kepercayaan Shamanisme, paham ini kemudian mempengaruhi sikap Korea Selatan terhadap agama dan kepercayaan. Hal inilah yang memantik Korea Selatan menjadi salah satu dari negara pluralistik yang tersebar di belahan dunia (Choi, 2007). Drama Korea The Glory 2 Tayang Netflix (10/03/23) Dewasa ini, ritual perdukunan Korea Selatan kerap ditampilkan dalam serial atau drama sebagai salah satu mediator dalam penyampaian pesan kepada publik. Salah satu serial drama Korea yang mengangkat sekelumit kisah mengenai dunia perdukunan Korea adalah ‘The Glory’. Drama yang mengutip perjalanan balas dendam Moon Dong-eun (Song Hye-kyo) ini, nampak menampilkan beberapa potongan scene yang mengarah pada praktik ritual perdukunan Korea. Dalam perwatakan Park Yeon-jin (Lim Ji-yeon), ia diduga kerap pergi kepada duku...

Hadirkan Dua Nuansa Kebudayaan, Perpaduan Kebaya dan Hanbok di Pernikahan Maudy Ayunda Jadi Sorotan

Kenakan Busana Adat Jawa, Hingga Hanbok Khas Negeri Ginseng Denpasar, Ritatkala – Kabar bahagia datang dari penyanyi cantik Maudy Ayunda, ia diketahui telah melangsungkan pernikahannya melalui unggahan pribadinya pada Minggu (22/05/22). Alumnus Stanford University tersebut resmi menjadi istri dari Jesse Choi, pria kelahiran Korea yang tumbuh di Amerika.  Aktris cantik Maudy Ayunda kembali mengunggah sorot pandang warganet. Pasalnya, pelantun "Tiba-Tiba Cinta Datang" tersebut mengungkap pernikahannya dengan seorang pria dalam akun media sosial pribadinya.  “ Forever with my best friend. ” , tulis Maudy melalui instagram pribadinya @maudyayunda Maudy Ayunda dan Jesse Choi. (Instagram @maudyayunda) Postingan tersebut sontak diwarnai dengan beragam ucapan hingga doa untuk kedua mempelai. Tak hanya itu, Maudy pun turut mengunggah beberapa foto lainnya mulai dari tahap pre-wedding hingga resepsi pernikahan.  Salah satu foto yang menarik perhatian publik yakni foto di mana Mau...