Langsung ke konten utama

Terlihat Sederhana, Ini Kesalahan yang Kerap Dilakukan oleh Pejuang UTBK

Cegah Sebelum Terlambat, Kebiasaan Ini Dapat Menghambat Proses Belajar!

Tak terasa setelah menghitung hari demi hari, dentingan isu-isu terkait Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2022 pun sudah semakin terdengar dengan  jelas di berbagai kalangan pelajar sekolah menengah. Berbagai persiapan telah ditempuh oleh setiap siswa untuk memaksimalkan kemampuan diri mereka ketika berhadapan langsung dengan soal-soal UTBK nanti. Namun, tahukah kamu bahwa tidak hanya melalui persiapan yang matang, strategi yang tepat dan cermat juga berperan penting dalam menunjang keberhasilan mendatang. 

Terkadang, siswa kerap kali tidak menyadari bahwa terdapat beberapa kesalahan yang dilakukannya selama proses persiapan UTBK. Meskipun terlihat sederhana, kesalahan-kesalahan tersebut faktanya dapat mengganggu aktivitas belajar siswa yang juga dapat berimbas pada hasil akhir siswa itu sendiri. Seperti apakah bentuk kesalahan-kesalahan tersebut? Berikut akan kita ulas bersama mengenai beberapa kesalahan yang terlihat sederhana, namun memiliki pengaruh besar bagi para pejuang UTBK.

Overthinking

Overthinking merupakan suatu keadaan dimana seseorang memikirkan sesuatu secara berlebihan. Bagi para pejuang UTBK, situasi overthinking dapat bersumber dari adanya perasaan cemas, khawatir, dan rasa takut terhadap kemungkinan yang terjadi di masa mendatang.

Overthinking juga menjadi salah satu faktor penghambat progres waktu belajar yang juga akan berdampak pada menurunnya kualitas pembelajaran siswa. Untuk mengatasi perasaan overthinking tersebut, senantiasa berpikiran positif dan membentuk suasana hati yang tenang dapat menjadi alternatif solusi untuk mengatasi overthinking di kalangan pejuang UTBK. 

Terlalu Berharap pada Satu Jalur Seleksi 

Hal yang satu ini juga menjadi kesalahan selanjutnya yang kerap dilakukan oleh pejuang UTBK. Seperti yang telah diketahui bahwa terdapat banyak jalur seleksi yang dapat kalian tempuh dalam mencapai perguruan tinggi impian. Namun pasalnya, kesempatan tersebut kerap kali dianggap sebagai hal yang sepele di kalangan pejuang UTBK karena tak jarang siswa hanya menaruh harapan pada satu jalur seleksi saja yang mana hal ini juga dapat menjadi bumerang bagi para pejuang UTBK di kemudian hari. Maka dari itu, tak ada salahnya jika kalian selalu terjaga untuk membentuk planning atau berbagai rencana cadangan lainnya dalam seleksi masuk perguruan tinggi mendatang. 

Tidak Mengulas Hasil Pembahasan Tryout

Melatih kemampuan pemahaman materi melalui try out merupakan poin yang tak kalah penting untuk dilakukan oleh para pejuang UTBK. Namun, tonggak utama dari pelaksanaan try out yakni adanya kesempatan mengevaluasi diri terkait pemahaman konsep materi yang diujikan.


Dalam pelaksanaan try out kesalahan dasar yang kerap dilakukan oleh pejuang UTBK adalah rendahnya kecenderungan untuk mengulas kembali hasil pembahasan try out. Padahal, mengulas kembali hasil pembahasan try out dapat menambah wawasan pengetahuan yang juga bermanfaat bagi kualitas belajar siswa. Jika kalian telah memutuskan untuk mengikuti sebuah try out UTBK, pastikanlah untuk tidak melewatkan sesi pembahasan materi yang dihadirkan.

Kurangnya Konsistensi Waktu Belajar

Konsistensi ialah kunci utama dalam meningkatkan kualitas proses belajar seseorang. Begitu pula bagi para pejuang UTBK, konsistensi waktu belajar turut menjadi langkah sederhana yang dapat mendongkrak keberhasilan siswa dalam menembus perguruan tinggi yang dicitakan. Sebanyak apapun rangkaian materi yang akan kalian pelajari, akan terselesaikan dengan tepat jika diiringi dengan konsistensi waktu belajar yang baik pula.

Konsistensi waktu belajar tidak hanya terlihat dari kuantitas waktu belajar yang ditempuh, melainkan juga terlihat dari bagaimana kualitas pembelajaran tersebut. Dengan demikian, tanpa adanya konsistensi waktu belajar, segala bentuk materi yang tersusun pun hanyalah menjadi sebuah angin lalu dalam proses pembelajaran yang dijalankan.  

Menerapkan Sistem Kebut Semalam (SKS)

Sistem kebut semalam (SKS) kini menjadi istilah yang tak asing lagi di kalangan pelajar. Sistem ini ditandai dengan adanya kecenderungan waktu yang singkat dalam proses belajar seseorang. Sistem kebut semalam ini kerap kali dilakukan oleh pejuang UTBK yang disebabkan oleh adanya kebiasaan dalam menunda-nunda waktu belajar. Penerapan sistem belajar ini tentu merupakan hal yang kurang sesuai karena kapasitas kemampuan otak dalam menerima informasi pun memiliki batasan tersendiri. Jika informasi yang diterima dalam waktu singkat melampaui batas, maka hal tersebut juga dapat memicu terjadinya burnout di kalangan pejuang UTBK. 

Terlalu Fokus pada Materi yang Sulit

Beragamnya materi yang disertakan telah menggugah rasa khawatir bagi para pejuang UTBK. Tak ada yang dapat memastikan materi apa saja yang akan muncul pada saat UTBK nanti sehingga tak jarang setiap siswa pun merasa kebingungan dalam menyusun prioritas materi tersebut.

Siswa cenderung akan memfokuskan diri pada materi-materi sulit yang dirasa belum sepenuhnya dikuasai. Kecenderungan tersebut bukanlah masalah besar, tetapi hal tersebut dapat menjadi masalah besar jika telah menghambat proses belajar. Terlalu berfokus pada suatu materi yang sulit dapat membuat siswa melupakan rangkaian materi lainnya yang mana hal ini juga akan sangat menyita waktu belajar yang dimiliki. 

Nah, meskipun terlihat sederhana ternyata beberapa kesalahan tersebut memiliki dampak yang signifikan dalam menentukan kualitas belajar nantinya. Namun, jangan khawatir ya! Jika kamu secara tak sadar telah melakukannya janganlah takut untuk kembali membenahi diri karena rasa percaya diri juga menjadi poin penting keberhasilan seseorang. Untuk kamu yang sedang berjuang menggapai impianmu, berjuanglah semampumu karena niscaya kerja kerasmu nanti akan membuahkan hasil yang manis.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menilik Konsepsi Beoljeon Pada Serial ‘The Glory’ Dalam Dunia Perdukunan Korea Selatan

Korea Selatan turut menjadi bagian dari negara yang melekat pada keberagaman kebudayaan maupun keyakinan yang menjadi penting dalam kehidupan masyarakat. Peradaban Korea dibentuk secara umum oleh kepercayaan Shamanisme, paham ini kemudian mempengaruhi sikap Korea Selatan terhadap agama dan kepercayaan. Hal inilah yang memantik Korea Selatan menjadi salah satu dari negara pluralistik yang tersebar di belahan dunia (Choi, 2007). Drama Korea The Glory 2 Tayang Netflix (10/03/23) Dewasa ini, ritual perdukunan Korea Selatan kerap ditampilkan dalam serial atau drama sebagai salah satu mediator dalam penyampaian pesan kepada publik. Salah satu serial drama Korea yang mengangkat sekelumit kisah mengenai dunia perdukunan Korea adalah ‘The Glory’. Drama yang mengutip perjalanan balas dendam Moon Dong-eun (Song Hye-kyo) ini, nampak menampilkan beberapa potongan scene yang mengarah pada praktik ritual perdukunan Korea. Dalam perwatakan Park Yeon-jin (Lim Ji-yeon), ia diduga kerap pergi kepada duku...

Bio One Dan Istri Mendiang Gepeng Bertemu, Perhelatan Film Srimulat: Hil Yang Mustahil Diselimuti Suasana Haru

Nuansa Haru Bercampur Tawa Mewarnai Pertemuan Kala Itu Denpasar, Ritatkala – Dipercaya memerankan sosok legendaris Gepeng dalam sinema Srimulat, Bio One ungkap rasa haru ketika bertemu dengan Supiah, istri mendiang Gepeng kala pemutaran film Srimulat: Hil Yang Mustahal di Solo, Jawa Tengah (23/05/22).   Film Srimulat: Hil Yang Mustahal, Source: Kumparan.com Bergabung dalam sinema Srimulat: Hil Yang Mustahil merupakan sebuah kehormatan bagi aktor Tanah Air Bio One. Pasalnya, dalam serial tersebut Bio One dipercaya memerankan citra Freddy Aris atau yang lebih dikenal dengan Gepeng sebagai tokoh utama.  Dalam perhelatan nonton bareng film Srimulat: Hil Yang Mustahil pada Senin (22/05/22), Bio One turut serta hadir menyambangi antusiasme warga Solo, Jawa Tengah. Namun, tak disangka jika perhelatan kala itu nyatanya mempertemukan Bio One dengan istri mendiang Gepeng, Supiah.  Pertemuan haru tersebut diunggah oleh Fajar Nugros dalam Instagram pribadinya pada Minggu (22...

Hadirkan Dua Nuansa Kebudayaan, Perpaduan Kebaya dan Hanbok di Pernikahan Maudy Ayunda Jadi Sorotan

Kenakan Busana Adat Jawa, Hingga Hanbok Khas Negeri Ginseng Denpasar, Ritatkala – Kabar bahagia datang dari penyanyi cantik Maudy Ayunda, ia diketahui telah melangsungkan pernikahannya melalui unggahan pribadinya pada Minggu (22/05/22). Alumnus Stanford University tersebut resmi menjadi istri dari Jesse Choi, pria kelahiran Korea yang tumbuh di Amerika.  Aktris cantik Maudy Ayunda kembali mengunggah sorot pandang warganet. Pasalnya, pelantun "Tiba-Tiba Cinta Datang" tersebut mengungkap pernikahannya dengan seorang pria dalam akun media sosial pribadinya.  “ Forever with my best friend. ” , tulis Maudy melalui instagram pribadinya @maudyayunda Maudy Ayunda dan Jesse Choi. (Instagram @maudyayunda) Postingan tersebut sontak diwarnai dengan beragam ucapan hingga doa untuk kedua mempelai. Tak hanya itu, Maudy pun turut mengunggah beberapa foto lainnya mulai dari tahap pre-wedding hingga resepsi pernikahan.  Salah satu foto yang menarik perhatian publik yakni foto di mana Mau...