Langsung ke konten utama

Fenomena Bulan Purnama Stroberi Dicanangkan Jatuh Pada Juni, Penggiat Astronomi Dibuat Menerka

Dikenal Sebagai Bulan Stroberi, Benarkah Wujudnya Pun Layaknya Buah Stroberi?

Denpasar, Ritatkala - Setelah penantian yang cukup panjang, peminat astronomi kini kembali disuguhkan dengan fenomena unik yang dikenal sebagai Bulan Purnama Stroberi. Istilah tersebut tak hanya unik, namun juga menarik perhatian warganet. Pasalnya, benarkah bulan purnama tersebut akan menyerupai sang buah cantik stroberi? Mari kita simak penjelasan berikut ini!

Mengenal Istilah Supermoon

Bulan merupakan satu-satunya satelit alami bumi yang juga mengelilingi planet bumi dalam suatu orbit. Beragam fenomena unik kerap terjadi dalam masa orbit bulan, salah satunya adalah supermoon. Namun apakah yang dimaksud dengan supermoon?
Ilustrasi Strawberry Fullmoon. Source. SHUTTERSTOCK/KAI AYASE
Supermoon adalah peristiwa ketika bulan tampak lebih besar, lebih terang, dan lebih dekat dari biasanya. Fenomena ini terjadi karena bentuk orbit terhadap bumi bukan bulat, melainkan elips sehingga ada titik terjauh (apogee) dan titik terdekat (perigee) antara bulan dengan bumi. Melansir dari laman National Aeronautics and Space Administration (NASA), pada perigee atau titik terdekat ketika bulan berada di posisi paling dekat dengan bumi inilah akan menimbulkan fenomena supermoon yang mana bulan terlihat lebih dekat, lebih besar, dan lebih terang.

Bulan Purnama Stroberi, Seperti Apakah?

Langit akan kedatangan kembali fenomena Bulan Purnama Stroberi yang diperkirakan jatuh pada rentang waktu 14-15 Juni 2022. Fenomena yang juga dikenal sebagai Full Strawberry Supermoon ini dapat disaksikan dari segala penjuru dunia, salah satunya Indonesia. Namun, hal yang unik dalam fenomena supermoon yang satu ini. Pasalnya, meskipun dicantumkan istilah "stroberi", faktanya bulan pada fenomena ini tak akan menyerupai buah stroberi yang merah nan memiliki cita rasa manis ini. 

Dikutip dari laman Edukasi Sains dan Antariksa BRIN, penamaan Full Strawberry Supermoon dicetuskan dari The Farmer's Almanac, yang merupakan kalender petani Amerika. Lebih dalam lagi, buah stroberi dipanen setiap bulan Juni. Dengan demikian, momentum ini sesuai dengan adanya fenomena supermoon di pertengahan musim panas.

Tak hanya itu, hal lain yang membuat Full Strawberry Supermoon ini istimewa adalah dalam fenomena ini, seluruh wilayah bagian Indonesia dapat melihat fenomena supermoon ini pada 14 Juni 2022 mulai pukul 18.51 WIB jika cuaca cerah. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia, turut menginformasikan fenomena Full Strawberry Supermoon ini melalui instagram resmi @infobmkg. 

"Strawberry Moon merupakan Bulan Purnama yang terjadi pada Bulan Juni yang biasa terjadi setiap tahunnya. Karena Bulan Purnama pada Juni ini berdekatan dengan fenomena Supermoon, maka itu disebut dengan Super Strawberry Moon," tulis laman resmi akun instagram @infobmkg, Selasa, (14/06). #StrawberryMoon #Supermoon

Komentar