Langsung ke konten utama

Refleksi Temu Wirasa Stakeholders 2025: Menenun Kebersamaan untuk Bali yang Tangguh

Pembangunan ekonomi daerah yang tangguh tidak hanya ditentukan oleh kekuatan sektor-sektor produktif, tetapi juga oleh kemampuan berbagai pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam harmoni. Kesadaran akan pentingnya kolaborasi ini semakin menguat di Provinsi Bali, terutama ketika dinamika global menuntut respons kebijakan yang adaptif dan berbasis evidensi. Di Provinsi Bali, kebutuhan tersebut direspons melalui penyelenggaraan Temu Wirasa Stakeholders 2025 oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog dan apresiasi yang mengedepankan nilai kebersamaan, serta menempatkan kolaborasi sebagai fondasi penguatan resiliensi ekonomi daerah.
Dengan mengusung semangat Bali Bangkit dan Bersinar: Semangat Baru, Sinergi Kuat, Ekonomi Tumbuh, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga wadah strategis untuk merefleksikan capaian bersama serta merumuskan orientasi kebijakan ke depan. Forum ini mempertemukan beragam aktor Pembangunan, mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, lembaga keuangan, pelaku usaha, asosiasi industri, akademisi, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini berperan dalam ekosistem kebijakan regional. Lebih dalam, forum ini mencerminkan ekosistem pembangunan Bali yang semakin beragam. Keberagaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun kesepahaman mengenai arah pembangunan ekonomi yang semakin inklusif.
        Penyelenggaraan Temu Wirasa dikemas dalam pendekatan interaktif dan apresiatif. Rangkaian kegiatan meliputi pemberian penghargaan, pameran UMKM unggulan, kompetisi artikel untuk generasi muda, serta diskusi tematik. Format ini memperlihatkan bahwa kebijakan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari pengalaman konkret para pemangku kepentingan, ruang kreativitas generasi baru, serta pemberdayaan kelompok usaha lokal. Dalam perhelatan ini, dipaparkan pula bahwa kondisi ekonomi Bali pada 2025 menunjukkan kinerja yang relatif solid. Berdasarkan pemantauan Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Bali pada Triwulan III 2025 mencapai 5,88 persen (yoy), melampaui pertumbuhan nasional. Stabilitas harga juga terjaga dengan inflasi yang berada dalam rentang target nasional. Kinerja tersebut tidak terlepas dari kontribusi para mitra yang secara konsisten menyediakan data, melakukan dialog kebijakan, serta berpartisipasi dalam 11 survei rutin dan wawancara mendalam yang melibatkan hampir tujuh ratus responden dari berbagai sektor. Data-data tersebut menjadi landasan penting bagi Bank Indonesia dalam merumuskan kebijakan berbasis evidensi.
         Rangkaian Temu Wirasa Stakeholders 2025 ini turut menghadirkan talkshow tematik yang dipandu oleh komedian Cak Lontong dengan menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Happy Salma, aktris dan pendiri Titimangsa Foundation sekaligus pemilik Tulola Design, serta Djoko Kurniawan, seorang konsultan bisnis senior. Dalam sesi bertajuk Entrepreneur Outlook 2026: Dari Galau jadi Glow Up, Saatnya Bisnis Level Up, Happy Salma membagikan kisah tentang bagaimana storytelling budaya mampu memperkuat identitas merek sekaligus membuka rantai pasok bagi perajin lokal. Ia mencontohkan inspirasi dari tarian-tarian tradisional seperti Saman, Serimpi, dan Janger, yang menggambarkan peran perempuan dalam harmoni dan ketenangan hidup masyarakat. Sementara itu, Djoko Kurniawan dalam paparannya Cuan Ga Harus Sultan menekankan bahwa hal krusial dalam usaha adalah konsep yang tepat, konsitensi eksekusi, dan strategi ekspansi yang terukur. Pemaparan dalam talkshow tersebut ditujukan guna membangkitkan semangat para stakeholders untuk berperilaku adaptif dan kreatif dalam menghadapi dinamika ketidakpastian kondisi perekonomian.
        Tidak hanya melalui talkshow tematik yang inspiratif, Temu Wirasa Stakeholders 2025 turut disertai dengan pemberian penghargaan kepada mitra yang telah berkontribusi dalam mengembangkan ekosistem data dan kolaborasi sepanjang tahun 2025. Beberapa penghargaan tersebut diantaranya, Responden Survei Terbaik, Kontak Liaison Terbaik, dan Counterparts Teraktif Sektor Pariwisata. Temu Wirasa Stakeholders 2025 pada akhirnya merefleksikan bahwa pembangunan ekonomi Bali tidak dapat dilepaskan dari kerja sama yang berkesinambungan. Forum ini berperan sebagai ruang refleksi, pembelajaran kolektif, dan penyusunan langkah ke depan. Melalui penguatan sinergi, Bali diharapkan mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya stabil, tetapi juga mencerminkan nilai kemanusiaan, keberlanjutan, dan pemberdayaan komunitas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menilik Konsepsi Beoljeon Pada Serial ‘The Glory’ Dalam Dunia Perdukunan Korea Selatan

Korea Selatan turut menjadi bagian dari negara yang melekat pada keberagaman kebudayaan maupun keyakinan yang menjadi penting dalam kehidupan masyarakat. Peradaban Korea dibentuk secara umum oleh kepercayaan Shamanisme, paham ini kemudian mempengaruhi sikap Korea Selatan terhadap agama dan kepercayaan. Hal inilah yang memantik Korea Selatan menjadi salah satu dari negara pluralistik yang tersebar di belahan dunia (Choi, 2007). Drama Korea The Glory 2 Tayang Netflix (10/03/23) Dewasa ini, ritual perdukunan Korea Selatan kerap ditampilkan dalam serial atau drama sebagai salah satu mediator dalam penyampaian pesan kepada publik. Salah satu serial drama Korea yang mengangkat sekelumit kisah mengenai dunia perdukunan Korea adalah ‘The Glory’. Drama yang mengutip perjalanan balas dendam Moon Dong-eun (Song Hye-kyo) ini, nampak menampilkan beberapa potongan scene yang mengarah pada praktik ritual perdukunan Korea. Dalam perwatakan Park Yeon-jin (Lim Ji-yeon), ia diduga kerap pergi kepada duku...

Mengungkap Alasan Dibalik Thailand Sebagai Negara Yang Tak Mengenal Masa Penjajahan

Negeri Gajah Putih Menjadi Negara Yang Tak Kenal Penjajahan? Ini Alasan Dibaliknya! Istilah penjajahan tentu tak asing lagi dalam sejarah perkembangan dunia. Namun, nyatanya hingga saat ini terdapat beberapa negara yang tidak pernah merasakan masa penjajahan. Salah satu negara tersebut adalah Negeri Gajah Putih, Thailand dari kawasan Asia Tenggara. Penasaran dengan alasannya? Yuk kita simak bersama!  Berperan Sebagai Buffer State Faktor pertama yang melatarbelakangi Thailand sebagai negara yang tidak pernah terjajah yakni karena berperan sebagai negara pemisah/penyangga ( buffer state ). Saat itu, negara-negara di sekeliling Thailand merupakan negara yang dijajah oleh Inggris atau Perancis, dua kekuatan besar yang berpotensi bermusuhan. Menyikapi situasi tersebut, Raja Chulalongkorn segera melakukan diplomasi dengan Perancis dan Inggris melalui adopsi teknologi serta kebiasaan Eropa guna melindungi kekuasaan Thailand. Oleh karena itu, diputuskan bahwa Thailand merupakan negara pemi...

Hadirkan Dua Nuansa Kebudayaan, Perpaduan Kebaya dan Hanbok di Pernikahan Maudy Ayunda Jadi Sorotan

Kenakan Busana Adat Jawa, Hingga Hanbok Khas Negeri Ginseng Denpasar, Ritatkala – Kabar bahagia datang dari penyanyi cantik Maudy Ayunda, ia diketahui telah melangsungkan pernikahannya melalui unggahan pribadinya pada Minggu (22/05/22). Alumnus Stanford University tersebut resmi menjadi istri dari Jesse Choi, pria kelahiran Korea yang tumbuh di Amerika.  Aktris cantik Maudy Ayunda kembali mengunggah sorot pandang warganet. Pasalnya, pelantun "Tiba-Tiba Cinta Datang" tersebut mengungkap pernikahannya dengan seorang pria dalam akun media sosial pribadinya.  “ Forever with my best friend. ” , tulis Maudy melalui instagram pribadinya @maudyayunda Maudy Ayunda dan Jesse Choi. (Instagram @maudyayunda) Postingan tersebut sontak diwarnai dengan beragam ucapan hingga doa untuk kedua mempelai. Tak hanya itu, Maudy pun turut mengunggah beberapa foto lainnya mulai dari tahap pre-wedding hingga resepsi pernikahan.  Salah satu foto yang menarik perhatian publik yakni foto di mana Mau...